Kegiatan KKN 3, Pemanfaatan Lahan Agro dengan Budidaya Kangkung Menggunakan Teknik Hidroponik

Tanaman Kangkung merupakan jenis sayuran yang bisa ditanam dengan metode hidroponik. Metode hidroponik bertujuan menumbuhkan tanaman tanpa media tanah melainkan dengan air. Setelah melakukan observasi pada tanggal 11 Januari 2020, kelompok 015 KKN Persyarikatan Panti Asuhan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melihat potensi lahan argo dari segi budidaya ikan lele yang dimiliki LKSA PA Muhammadiyah Nanggulan, Kulonprogo. Melihat hal tersebut, KKN 015 memutuskan untuk membuat program kerja membudidayakan tanaman kangkung dengan menggunakan metode hidroponik untuk memanfaatkan budidaya ikan lele milik panti.

Setelah pengajuan program kerja yang disetujui oleh DPL dan mitra, langkah awal yang dilakukan yaitu, mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan seperti rockwool, nampan, peralon, dan benih kangkung. Benih kangkung membutuhkan sekitar satu minggu untuk proses penyemaian agar siap diaplikasikan ke media hidroponik. Setelah mempersiapkan alat dan bahan, kemudian rockwool dipotong menjadi beberapa bagian dengan ketebalan kurang lebih 2,5 cm. Selanjutnya dilakukan penyemaian dengan harapan ketika benih kangkung dipindahkan kemedia hidroponik, benih sudah siap. Tahapan selanjutnya yaitu menyiapkan media hidroponik, seperti melakukan pemesanan peralon yang akan digunakan. Setelah peralon sudah siap, kelompok 015 melakukan pemasangan ditepi kolam lele yang akan dimanfaatkan sebagai media hidroponik budidaya tanaman kangkung. Pada hari Senin, 1 Februari 2020, kelompok 015 berangkat ke lahan agro untuk memasang paralon dan menaruh tanaman kangkung yang sebelumnya sudah disemai kedalam netpot yang kemudian akan dimasukkan pada lubang paralon yang sebelumnya sudah dibuat. Tahapan terakhir yaitu pemindahan benih kangkung yang sudah disemai selama satu minggu ke media hidroponik yang telah dipasang.

Setelah beberapa hari pasca pemindahan benih kangkung, kelompok 015 mendapat kabar bahwa tanaman tersebut sudah habis dimakan lele karena cara peletakan yang kurang tinggi. Melanjutkan berita tersebut, kelompok 015 KKN UMY mendesain ulang dengan cara yang sama seperti diatas, namun agak sedikit berbeda. Kelompok 015 KKN UMY menanam ulang bibit kangkung dengan menggunakan rockwool sebelum dipindahkan di paralon. Selanjutnya pada hari Kamis, 11 Februari 2021, kelompok 015 KKN UMY akhirnya membuat ulang media hidroponiknya dengan merakit besi dan paralon yang dibantu dengan pihak Dewaponik.

Dewaponik merupakan tempat yang menjual berbagai macam hal terkait tanaman. Karena itu, kelompok 015 meminta bantuan untuk merakit media hidroponik. Dalam membuat media tersebut, kelompok 015 menggunakan pompa air dan bejaringan dengan tujuan air dapat mengalir dengan baik dan mendapat sinar matahari yang cukup. Tujuan lain kelompok 015 membuat media hidropnik dengan menggunakan pompa air dan besi agar tidak dimakan ikan lele dan mendapat hasil yang maskimal.